Sabtu, 29 Juli 2017

Ringkasan Buku Begini Seharusnya Menjadi Guru ( Panduan Lengkap Metodologi pengajaran ala Rasulullah)



Mukadimah
Sesungguhnya Allah, para malaikat, penduduk langit dan bumi bahkan hingga semut di lobangnnya, dan bahkan hingga ikan di lautan benar – benar memohonkan shalawat ( pujian dan rahmat ) bagi orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia.”
( diriwayatkan oleh ibnu abdil barr dalam jami’ bayan al ilmi wa fadhilah )


BAGIAN PERTAMA
Karakter – karakter yang mesti dimiliki seorang pengajar
1.  Mengikhlaskan ilmu untuk Allah
Ikhlas ialah, menghendaki keridhaan Allah dalam suatu amal, membersihkannya dari segala individu maupun duniawi. Tidak ada yang melatarbelakangi suatu amal, kecuali karena Allah dan demi hari akhirat. Tidak ada noda yang mencampuri suatu amal, seperti kecenderungan kepada dunia untuk diri sendiri, baik yang tersembunyi maupun yang terang-terangan, atau karena mencari harta rampasan perang, atau agar dikatakan sebagai pemberani ketika perang, karena syahwat, kedudukan, harta benda, ketenaran, agar mendapat tempat di hati orang banyak, mendapat sanjungan tertentu, karena kesombongan yang terselubung, atau karena alasan-alasan lain yang tidak terpuji; yang intinya bukan karena Allah, tetapi karena sesuatu; maka semua ini merupakan noda yang mengotori keikhlasan.

Sumber:
https://almanhaj.or.id/2977-pengertian-ikhlas.html
2.  Jujur
Sifat jujur adalah makhota diatas kepala seorang guru atau pengajar. Jika sifat itu hilang darinya, dia akan kehilangan kepercayaan manusia akan ilmunya dan pengetahuan – pengetahuan yang disampaikannya kepada mereka, karena anak didik umumnya akan menerima setiap yang dikatakan gurunya
3.  Serasi antara ucapan dan perbuatan
wahai orang – orang yang beriman, mengapa kalian mengatakan sesuatu yang tidak kalian kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kalian mengatakan apa – apa yang tidak kalian kerjakan. “ ( Qs. Ash – Shaf : 2 -3 )
Abu al aswad ad – du’ali bersyair
Wahai laki – laki yang mengajari orang lain,
Tidakkah sepatutnya pengajaran ini ditujukan untuk dirimu
Jangan melarang sesuatu
Sementara kamu melakukan yang semisalnya,
Sangatlah tercela dirimu jika kamu melakukannya
Mulailah dari dirimu, cegah ia dari penyimpangannya,
Maka jika kamu meninggalkannya, berarti kamu adalah orang bijak
Pada saat itulah kamu diterima jika menasehati
Dan diikuti perkataanmu serta pengajaranmu akan membuahkan manfaat
Kamu merekomendasikan obat bagi orang yang sakit
Agar bisa sehat dengannya sementara kamu sendiri sakit
Saya melihatmu menyuntikan nasehat hidayah kepada otak kami
Sementara kamu sendiri hampa dari hidayah tersebut

4.  Bersikap adil dan tidak berat sebelah
Diriwayatkan dari mujahid, bahwa beliau berkata, “ seorang pengajar , jika tidak bersikap adil, maka dia dicatat sebagai salah satu diantara orang – orang zhalim.
5.  Berakhlaq mulia dan terpuji
Akhlaq baik adalah perangai yang bekerja bagaikan sihir di dalam memikat hati, menarik jiwa, dan menebar rasa cinta diantara pribadi masyarakat, dan para pengajar adalah orang yang paling utama untuk hal itu.
6.  Tawadhu ( Rendah Hati )
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
Sesungguhnya Allah telah mewahyukan kepadaku supaya kalian bersikap tawadhu’ sehingga tidak ada seseorang yang membanggakan dirinya terhadap orang lain, dan tidak ada seseorang yang menzhalimi orang lain ( Diriwayatkan oleh muslim di dalam kitab Al Jannah wa shifatu Na’imiha )
7.    Pemberani
Seorang guru harus berani mengakui dan mengatakan kesalahan dan kekurangan manusiawinya.
8.  Bercanda bersama anak didiknya
Canda adalah bersenda gurau dengan orang lain tanpa mencela dan menghinanya. Dalam proses belajar mengajar canda diperlukan untuk mengakrabkan suasana belajar dan menghilangkan rasa bosan yang dialami siswa. Namun tidak memperbanyak bercanda karena hal itu bisa menghilangkan wibawa dan hargadiri.
9.  Sabar dan menahan emosi
Menahan emosi dan menundukannya merupakan indikasi kuatnya seorang guru, bukan kelemahannya, terlebih jika guru yang bersangkutan mampu melakukan apa yang diinginkan ( melampiaskan emosinya ). Amarah merupakan pergolakan di dalam hati, salah dalam mempertimbangkan, lemah dalam membedakan, dan bermuara pada kecelakaan.
10.             Menghindari perkataan keji yang tidak pantas
Seorang guru harus mampu untuk tidak mengejek, melaknat, mencaci maki, berkata kotor dan sia –sia. Apabila sifat – sifat ini terkumpul dalam diri seorang guru maka merupakan bencana yang besar, karena siswa akan terpengaruh dengan gurunya, baik itu negatif maupun positif.
11.            Berkonsultasi dengan orang lain
Musyawarah membantu guru terhadap masalah – malasah dan problematika yang dihadapi. meminta pendapat kepada orang lain bukan merupakan bukti rendahnya kedudukan ataupun ilmu, bahkan ia merupakan bukti keunggulan dan kemantapan akal. Musyawarah dapat mendekatkan diri kepada kebenaran, sedangkan meninggalakannya dapat menjauhkan diri dari kebenaran.

BAGIAN KEDUA
Tugas dan Kewajiban Guru
1.  Menanamkan akidah yang benar dan memantapkan kualitas iman siswa pada saat proses belajar mengajar
Seorang guru harus mampu menanamkan aqidah yang benar kepada siswanya sekalipun yang ia ajarkan bukan pelajaran agama. Guru harus mampu mengaitkan pelajarannya dengan ilmu aqidah.
2.  Memberikan nasehat kepada anak didik
Guru adalah pemberi arahan, pendidik, penasihat, dan bapak. Ibnu rajab berkata “ diantara bentuk memberikan nasehat untuk mereka adalah menepis ganguan dan kejelekan dari mereka, mengutamakan orang fakir, mengajari orang jahil mereka, dan menuntun orang yang menyimpang diantara mereka dari kebenaran, baik dalam ucapan maupun perbuatan; bersikap santun ketika mengembalikan mereka kepada kebenaran, dan lemah lembut dengan mereka dalam hal beramar ma’ruf nahi mungkar, serta gemar menghilangkan kerusakan yang ada pada mereka.”
3.  Lembut kepada anak didik dan mengajarnya dengan metode yang bagus
Maksud lembut disini adalah lembut dengan perkataan dan perbuatan serta mengambil yang paling mudah dan ringan. Jiwa manusia condong dan senang kepada sikap lembut, santun, dan kata – kata baik, dan sebaliknya lari dari sifat keras dan kasar.
4.  Tidak menyebutkan nama secara langsung ketika memberikan teguran
Hendaknya seorang guru tidak menyebutkan nama secara langsung ketika menjelaskan kesalahan, walaupun pelaku kesalahan tersebut diketahui oleh sebagian orang. Karena menjelaskan kesalahan bukan bermaksud menjelekan pelaku kesalahan tersebut, melainkan sebagai peringatan dan penjelasan terhadap kelakuan dan ucapan buruk, dan agar orang lain tidak terjerumus ke dalamnya
5.  Memberi salam kepada anak didik sebelum dan setelah pelajaran
Rasulullah shallalhu ‘alaihi wa sallam bersabda “ Jika salah seorang kalian telah sampai di majlisnya, hendaklah dia memberi salam; jika dia ingin duduk, hendaklah dia duduk. Kemudian jika dia bangkit hendaklah memberi salam, karena tidaklah yang pertama lebih berhak daripada yang terakhir. ( H.R at – Tirmizi dan Abu daud )
6.  Menerapkan sistem sangsi dalam mengajar
Syaikh muhammad jamil zainu membuat beberapa bentuk contoh sanksi pendidikan yang berguna, secara ringkas kita paaparkan sebagai berikut:
·         Nasihat dan arahan
·         Muka masam
·         Bentakan
·         Berpaling
·         Kecaman
·         Duduk qurfusha’  ( duduk dengan lutut diangkat menempel perut )
·         Membebani siswa dengan tugas rumah dan sejenisnya
·         Menggantungkan cambuk, berdasarkan hadits,
·         Tingkat terakhir, pukulan ringan
7.  Memberikan penghargaan kepada anak didik
·         Penghargaan dalam bentuk materi
·         Penghargaan dalam bentuk do’a
·         Penghargaan dalam bentuk sanjungan ( Pujian )


BAGIAN KETIGA
SISTEM DAN METODE MENGAJAR
1.  Mempersiapkan siswa untuk menerima pelajaran
Ada beberapa cara dalam mempersiapkan siswa :
a.    Metode meminta diam
b.    Metode panggilan ( sistem langsung )
c.    Metode motivasi untuk mendengar dan menyimak dengan seksama ( sistem tidak langsung )

2.  Kontak pendengaran dan penglihatan antara guru dan siswa
Kontak pendengaran :
·         Metode ceramah
·         Tidak tasyadduq dalam ucapan dan tidak pula memaksakan bersajak
·         Meninggikan suara ( atau merubah intonasi suara ) ketika mengajar
·         Sikap terus menerus guru didalam menyampaikan dan tidak memutusnya
·         Diam di tengah – tengah menyampaikan ( penjelasan )
Kontak pandangan :
·         Kontak pandangan yang berkesinambungan antara guru dan siswa
·         Menggunakan ekspresi wajah

3.  Metode Praktik ( Peragaan )
Ada beberapa metode yang di lakukan rasulullah :
·         Metode Praktik dari pihak guru
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya aku berbuat seperti ini agar kalian meneladaniku dan agar kalian mempelajari shalatku”. (Diriwayatkan oleh Al Bukhori dalam kitab Al – Jumu’ah )
·         Metode praktik dari pihak siswa

4.  Menyajikan materi pelajaran dengan metode yang sesuai dengan metode yang sesuai dengan tingkat daya pikir dan pemahaman siswa
·         Perbedaan akal dan daya faham siswa, antara yang satu dengan yang lain dan antara komunitas yang satu degnan komunitas yang lain.
·         Kecerdasan dan kepiawaian guru terletak pada kemampuannya menyampaikan pelajaran kepada siswa sebagaimana mestinya , bukan pada mengoleksi nash – nash dan dalil serta banyaknya permasalahan.
·         Mengukur tingkat akal siswa, lalu dari sana mengajar dan menjelaskan kepada mereka sesuai barometer tersebut.

5.  Metode dialog dan pendekatan logika
·         Menggunakan metode pendekatan logika adalah sarana bagus yang menjamin sampainya pelajaran kepada otak pendengar sesuai yang dikehendaki pembicara
·         Memperhartikan kesederhanaan dalam dialog rasional dan mengikut sertakan siswa dalam dialog tersebut agar terjadi reaksi balik
·         Memperhatikan kondisi pendengar; apakah dia termasuk orang yang terkesan degnan dalil – dalil ataukah tidak

6.  Mengajar lewat kisah
Kisah secara alamiah disukai oleh jiwa manusia, karena kisah mengandung berita orang – orang yang telah lalu, menyebutkan peristiwa, keanehan – keanehan, dan selainnya.
7.  Membuat permisalan
Allah Ta’ala berfirman:
“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya ( menjulang ) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin tuhannya? Allah membuat perumpamaan – perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. Dan perumpamaan kalimat yang buruk, yang telah dicabut dengan akar – akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap ( tegak ) sedikitpun. ( Qs. Ibrahim : 24 – 26 )
8.  Metode membangkitkan rasa penasaran
Menggunakan metode membangkit rasa penasaran merupakan pendorong paling kuat untuk belajar dan mencari serta meneliti.
9.  Menggunakan isyarat ( Gerakan tangan dan kepala ) dalam mengajar
Isyarat dapat membantu guru untuk menyingkat, atau memberi penekanan terhadap ucapan, atau melakukan pendalaman dengan kokoh dan menguatkan sebagian dari perkara – perkara yang penting, atau menarik perhatian pendengar, atau membantu guru mengungkapkan sebagian makna yang kadang tidak bisa diungkapkan oleh lisan, dan lainya.
10.            Menggunakan gambar untuk menjelaskan dan menerangkan
Mendukung penjelasan dengan gambar dan tulisan akan menambah kuat penjelasan. Menggabungkan antara gambar dan tulisan dengan penjelasan ( Metode ceramah ) itu dapat membantu untuk menyampaikan pelajaran dengan mudah dan cepat.
11.            Menerangkan masalah – masalah yang penting melalui metode penjelasan sebab
Metode penjelasan sebab dapat memperjelas apa yang sulit bagi siswa untuk memahaminya serta apa yang menjadi problem baginya. Metode penjelasan sebab dapat memberi rasa tenang pada hati dan mendekatkan makna kepada otak.
12.            Memberi kesempatan kepada murid untuk mencari jawaban
Memberi kesempatan kepada siswa mencari jawaban sendiri dari sebuah masalah adalah metode bagus dan bermanfaat untuk membuat otak bekerja dan mengasah pikirannya.
13.            Menggunakan metode pengulangan dalam mengajar
Mengulang sampai tiga kali adalah batas puncak yang penjelasan bisa diperoleh degnannya, akan tetapi terkadang bisa ditambah lebih dari itu sesuai dengan kebutuhan. Pengulangan adalah sarana efektif untuk menghafal pelajaran dan untuk memfokuskan kepada poin yang penting.
14.            Menggunakan metode klasifikasi dalam mengajar
Metode klasifikasi membantu menghafal pelajaran dan menjaganya dari lupa.
15.            Menggunakan metode tanya jawab pada saat mengajar
Metode pertanyaan adalah metode yang sangat efektif untuk menarik perhatian pendengar dan mempersiapkannya untuk menerima apa yang disampaikan padanya.
16.  Melontarkan beberapa permasalahan ilmiah yang penting untuk menguji kemampuan otak siswa

17.  Guru memotivasi siswanya untuk mengajukan pertanyaan

Dorongan dan motivasi guru kepada muridnya agar mengajukan pertanyaan itu mengandung banyak faidah, diantaranya:
a.    Menilai kondisi siswanya dari segi daya paham
b.    Mendorong dan memberanikan siswa yang pemalu untuk mengajukan pertanyaan.
c.    Siswa yang lain dapat memperoleh manfaat ketika mendengar jawaban.
d.    Penawaran guru ( Kepada Murid ) untuk ( Bertanya pada ) dirinya di awal pertemuan, dan peninjauan kembali terhadap cara penyampaian materi pelajarannya, ketika tampak baginya dari ketidakpahaman siswa sebagaimana yang seharusnya dari sela – sela pertanyaan.

18.  Guru meluruskan si penanya dari sela – sela pertanyaannya dan menjawabnya dengan jawaban yang sesuai dengan kondisinya
19.  Memberikan penilaian terhadap jawaban siswa
Penilaian terhadap jawaban siswa itu dapat memberikan manfaat bagi siswa yang menjawab untuk memperbaiki jawabannya, dan memberikan manfaat bagi siswa – siswa yang lain untuk menerima dan menolak jawaban tersebut. Adakalanya jawaban siswa benar ( Secara keseluruhan ), dan adakalanya benar sebagian, dan adakalanya salah, dan masing – masing jawaban memiliki ungkapan penilaian yang tepat sesuai dengannya.
20. Ucapan guru “ Saya Tidak Tahu “ pada apa yang tidak diketahuinya, adalah bagian dari ilmu
Seorang penyair berkata:
Jika engkau tidak tahu apa yang ditanyakan kepadamu
Dan kamu tidak memiliki ilmunya
Maka jangan berkata di dalamnya tanpa dasar ilmu
Karena salah adalah dosa bagi ahli ilmu
Katakan jika perkara itu tidak diketahui olehmu
Aku tidak memiliki ilmu tentang apa yang kamu tanya
Itu adalah setengah ilmu menurut ulama
Demikian juga senantiasa dikatakan para orang bijak.

 By. Ustadz Fu'ad bin Abdul Aziz Asy - Syalhub